Blogger news

This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Rabu, 09 Januari 2013

Bahasa Jerman – Bahasa Asing yang Menarik


Bahasa Jerman tergolong ke-15 bahasa Germanika, suatu rumpun dalam kelompok bahasa Indogermanika. Bahasa Jerman merupakan bahasa ibu yang paling banyak penuturnya dalam Uni Eropa (UE) dan termasuk kesepuluh bahasa yang paling banyak dipakai di dunia: Sekitar 120 juta orang memakainya sebagai bahasa ibu. Sesudah bahasa Inggris, bahasa Jerman menempati posisi kedua sebagai bahasa asing di Eropa. Dewasa ini terdapat kurang lebih 17 juta orang di segala penjuru dunia yang belajar bahasa Jerman di institusi atau di sekolah. Kementerian Luar Negeri mendukung pengajaran bahasa Jerman di mancanegara, yang diserahkan kepada organisasi perantara: Goethe-Institut menawarkan kursus bahasa Jerman di 127 kota di 80 negara. Atas tugas Deutscher Akademischer Austausch­dienst (DAAD) ditempatkan 440 dosen pada perguruan tinggi di 102 negara. Badan pusat untuk perguruan di luar negeri (ZfA) mengurus 135 Sekolah Jerman dan sekitar 1.900 guru Jerman yang mengajar di mancanegara. Usaha untuk memantapkan kedudukan bahasa Jerman sebagai bahasa asing di luar negeri dilancarkan oleh Kementerian Luar Negeri melalui proyek “Sekolah: Mitra Masa Depan” (PASCH). Tujuannya menciptakan jaringan yang terdiri dari 1.500 sekolah mitra.

Demi Kebenaran, Keindahan, Kebajikan - Kehidupan Budaya di Jerman


Negara pujangga dan pemikir. Goethe orang Jerman, begitu pula Bach dan Beethoven. Walau begitu tidak tampak adanya kompetensi kultural pada Jerman sebagai nasion berbudaya. Kebudayaan adalah urusan negara bagian, begitulah ketetapan dalam konstitusi. Mengapa urusan kebudayaan di Jerman merupakan hal yang tidak dapat atau tidak perlu ditangani oleh seluruh bangsa? Sejak era Kaisar Wilhelm pada akhir abad ke-19, kebudayaan Jerman sebagai ungkapan nasion Jerman sudah dicurigai sebagai keangkuhan. Musibah nasionalsosialisme kemudian mencetuskan orientasi baru yang dilaksanakan secara konsekuen. Seusai Perang Dunia II, orang menyadari bahwa Jerman hanya dapat kembali ke komunitas bangsa sedunia apabila dihindarinya kesan adanya semangat budaya nasional yang berlebihan. Dengan mempertimbangkan hal itu juga, pada saat pendirian Republik Federal Jerman tahun 1949 orang mengingat tradisi federalistis dan menyerahkan kewenangan budaya kepada negara bagian. Baru sejak tahun 1999 terdapat menteri negara kebudayaan dan media pada Kekanseliran Federal. Sejak waktu itu ada satu dan lain urusan budaya yang kembali diang­gap sebagai hal yang menyangkut seluruh bangsa.

Bantuan untuk perfilman diatur kembali pada tingkat federal, Yayasan Budaya Federal pun didirikan. Berlin kian berkembang menjadi magnet bagi kelas kreatif dan tempat bercampur-baurnya aneka kebudayaan. Museum-museumnya mencerminkan seluruh sejarah umat manusia. Memorial Holocaust menguji kesanggupan bangsa Jerman untuk menghadapi sejarahnya. Secara mengesankan dibuktikannya bahwa politik ke­budayaan nasional telah menjadi kebutuhan pada abad ke-21. Di lain pihak, federalisme kebudayaan membangkitkan ambisi negara bagian. Politik kebudayaan memajukan lingkungan setempat. Contohnya daerah Ruhrgebiet di negara bagian Nord­rhein-Westfalen, yang dahulu dihuni oleh buruh tambang dan buruh pabrik baja. Sejak bertahun-tahun Ruhrgebiet mengubah wajahnya menjadi daerah budaya. Sebagai “Ibu Kota Budaya Eropa Ruhr 2010” diperlihatkannya, bagaimana lingkungan kreatif dapat membuka jalan ke masa depan.

Jerman Sebagai Negara Pariwisata


jerman semakin digemari sebagai negara pariwisata: Jumlah 54,8 juta penginapan wisatawan mancanegara antara Laut Utara dan Pegunungan Alpen tercatat olehPusat Pariwisata Jerman (Deutsche Zentrale für Tourismus – DZT) pada tahun 2009. Dengan demikian sektor turisme Jerman dapat mempertahankan tarafnya yang tinggi meskipun adanya krisis ekonomi, bahkan dapat memperluas pangsa pasarnya dalam perbandingan internasional. Kota-kota yang paling diminati tamu-tamu internasional ialah Berlin, München, Hamburg, Köln dan Frankfurt am Main. Khususnya para pebisnis menyukai Jerman sebagai negara tujuan. De­ngan pangsa pasar sebesar 11 persen dari semua perja­lanan bisnis antarnegara di dunia, Jerman adalah nomor satu di segmen pasaran tersebut.

Jumlah penginapan di Berlin meningkat terus sejak beberapa tahun: Pada tahun 2009 angkanya naik dengan satu juta lebih menjadi sekitar 19 juta. Mayoritas wisatawan asing yang berkunjung ke Jerman datang dari Eropa, Amerika Serikat dan Asia. Negara bagian yang umumnya dikunjungi mereka adalah Bavaria, Nordrhein-­Westfalen, Berlin dan Baden-Württemberg.

Tamu yang berlibur di Jerman tertarik oleh peninggalan sejarah dan obyek seni budaya, oleh rangkaian konser, pameran seni rupa dan pertunjukan teater bermutu tinggi, atau oleh peristiwa olahraga bertaraf internasional, oleh pesta-pesta jalanan atau pasar Natal yang bersuasana hangat. Acara tersebut hanya contoh yang menonjol, sebab orang Jerman suka mengadakan perayaan. Beberapa pesta rakyat – seperti Oktoberfest di München (yang berulang tahun ke-200 pada tahun 2010) dan karnaval jalanan di Köln dan Mainz – di dunia internasional telah menjadi padanan untuk keceriaan dan suasana terbuka.

Para tamu dari mancanegara umumnya tertarik oleh kota-kota besar. Orang Jerman yang melancong di negara sendiri lebih suka mengunjungi kota yang lebih kecil atau daerah pedesaan. Pantai Laut Utara dan Laut Baltik, daerah Schwarz­wald dan Danau Konstanz termasuk di antara tempat liburan yang paling digemari. Jerman dapat membanggakan 14 taman nasional, 101 taman cagar alam dan 15 reservat biosfer. Namun pantai, danau-danau dan pegunungan semakin menarik juga bagi pelancong aktif. Peluangnya besar sekali: Untuk kelana alam saja tersedia sembilan jalan jarak jauh Eropa sepanjang 9.700 kilometer yang melintasi Jerman. Secara keseluruhan, jaringan jalan kelana alam yang ditandai khusus mencakup 190.000 kilometer. Untuk pengendara sepeda tersedia jalan jarak jauh khusus sepanjang 50.000 kilometer.

Masyarakat Jerman – Modern, Majemuk dan Terbuka


http://www.tatsachen-ueber-deutschland.de/typo3temp/pics/aae279636c.jpg

Masyakarat Jerman bersifat modern. Kebanyakan orang memiliki pendidikan yang baik, taraf hidup yang tinggi dalam perbandingan internasional, dan ruang gerak yang cukup luas untuk mengatur kehidupan secara individual. Biar begitu, masyarakat Jerman, sama dengan negara industri besar lainnya, kini menghadapi tantangan mengatasi masalah perkem­bangan demografis, khususnya penuaan masyarakat. Lagi pula dampak pembelahan Jerman di bidang kemasyarakatan belum diatasi sepenuhnya dua puluh tahun setelah terjadinya reunifikasi. Dalam rangka globalisasi, Jerman melangkah juga ke arah masyarakat imigrasi modern dengan kemajemukan etnobudaya yang terus meningkat, sambil menggiatkan upaya untuk mengintegrasikan kaum migran ke dalam mayarakat inti secara wajar. Perubahan sosioekonomis yang berlangsung selama beberapa tahun terakhir ini – dengan dipercepat oleh akibat krisis ekonomi dan keuangan global – telah menimbulkan keadaan penuh risiko sosial dan mengakibatkan kecenderungan diversifikasi masyarakat menurut kondisi hidup di bidang ekonomi. Laporan terakhir Pemerintah Federal mengenai kemiskinan dan kekayaaan mengungkapkan, bahwa setiap warga Jerman keempat diang­gap sebagai miskin atau harus dipelihara dari kemiskinan melalui pemberian negara. Menurut definisi UE, rumah tang­ga termasuk kategori “miskin”, kalau pendapatannya berjumlah kurang dari 60 persen pendapatan menengah. Untuk orang lajang, pendapatan menengah kini berjumlah sekitar 780 Ero per bulan.
http://www.tatsachen-ueber-deutschland.de/id/masyarakat/main-content-08/masyarakat-jerman-modern-majemuk-dan-terbuka.html

etiket sosial jerman


Jerman adalah orang-orang formal dan perencana ahli. Mereka percaya pada aturan dan peraturan dan kehidupan terstruktur dan teratur terkemuka. Komunikasi formal dan sebagian besar mereka tetap pembagian yang jelas antara kehidupan rumah dan bisnis. Rejimen dan rutin memberi mereka kenyamanan dalam mengetahui bagaimana dan kapan sesuatu akan dicapai. Ada harapan bahwa rahmat sosial dan bentuk-bentuk etiket akan dihormati dan dipatuhi oleh penduduk setempat dan pengunjung sama.
Ucapan seseorang untuk pertama kalinya dan setiap kali sesudahnya dilakukan dengan jabat tangan erat. Menjabat tangan semua orang, termasuk anak-anak, diharapkan. Salam yang formal sehingga, judul dan nama terakhir digunakan kecuali diundang untuk menggunakan nama pertama. ” Herr” dan ” Frau” adalah setara dengan Mr Dan Ms dan selalu digunakan sebelum nama keluarga. Ketika menangani seseorang dengan judul, itu adalah kebiasaan untuk mengatakan, ” Frau” atau ” Herr” sebelum judul.
Tepat waktu
Sesampainya untuk janji pada waktu yang diharapkan. Sosial atau dalam bisnis, keterlambatan dianggap kasar dan meninggalkan kesan negatif. Jika Anda tahu Anda akan ditahan, panggilan telepon mengatakan begitu, adalah etiket yang tepat. Jika diundang ke rumah seseorang untuk makan malam atau pesta, mengirim catatan tulisan tangan atau kartu, berterima kasih kepada tuan rumah untuk keramahan mereka, adalah kebiasaan hormat.
Komunikasi
Formalitas mengarahkan komunikasi Jerman, terutama dalam bisnis. Mereka mengatakan apa yang ada di pikiran mereka secara langsung dan tumpul, kadang-kadang,. Jerman waspada menampilkan emosional dan menjadi skeptis terhadap pernyataan verbal menghiasi. Bisnis protokol membutuhkan banyak komunikasi tertulis untuk menyimpan catatan keputusan dan diskusi. Berbicara konfrontatif adalah disukai dan akan menyinggung. Dalam bisnis, jabat tangan yang ditawarkan pada ucapan dan keberangkatan dan semua percakapan tetap bisnis terkait, formal dan langsung.
Undangan
Seorang tamu harus membawa hadiah kecil untuk tuan rumah jika diundang ke rumah seorang Jerman untuk makan malam atau minum teh sore. Coklat atau anggur Prancis dan Italia yang diimpor sesuai. Ganjil bunga adalah isyarat bagus. Bahkan jumlah bunga diyakini nasib buruk. Hal terbaik untuk menghindari anyelir, lili dan krisan karena mereka berhubungan dengan berkabung. Mawar merah disukai kecuali Anda memiliki niat romantis.
Makanan
Pada pesta makan malam, semua orang tetap berdiri sampai tuan rumah memberikan mereka duduk. Tidak ada yang mulai makan sampai tuan rumah berkata, ” guten nafsu makan” , yang berarti nafsu makan yang baik. Diharapkan, para tamu akan makan semua yang ada di piring mereka, meninggalkan apa-apa untuk limbah. Jerman menggunakan tata krama meja gaya kontinental, memegang garpu di tangan kiri dan pisau di sebelah kanan. Pisau dan garpu paralel berbaring di sisi kanan piring ketika selesai.
konfrontatif adalah
tata krama orang jerman
tata krama jerman
pergaulan di jerman
etika pergaulan orang jerman
tata krama di meja makan jerman
sosial jrman
sosial jerman bagaimana ???
mengapa rusia mengalami perubahan bendera
etiket memberi hadiah di jerman

minuman khas natal jerman


Gluhwein, Minuman Khas Natal di Jerman
http://ghiboo.com/assets/modules/article/images/big/gluhwein-4edee1c8b4dfb.jpg
Gluhwein
Di negara-negara Eropa, Natal  selalu identik dengan musim dingin. Karena itu, sebagian besar negara Eropa membuat minuman hangat untuk sajian khas Natal mereka.

Jerman punya minuman khas Natal bernama gluhwein.  Minuman ini memang mengandung wine atau sari anggur yang telah difermentasi dan ditambah perasaan jeruk lemon.

Spesialnya minuman ini, karena racikan gluhwein  juga dilengkapi rempah-rempah yakni kayu manis dan bunga cengkeh. Tentu saja  efek hangat dan wangi dari gluhwein makin terasa dengan campuran rempah-rempah tersebut.

Selain mengandung wine yang menimbulkan efek hangat di tenggorokan, gluhwein ini juga disajikan dalam keadaan hangat. Tentunya, sangat pas rasanya jika disajikan pas di malam kudus yang dingin.   

hubungan jerman indonesia

Reinwardt Neu
Hubungan Jerman dengan Indonesia merupakan hubungan persahabatan Jerman terlama dengan negara di luar Eropa. Sejak tahun 1506 Balthasar Sprenger dari Kamar Dagang Welser di Augsburg merupakan orang Jerman pertama yang mengunjungi negara kepulauan di Samudra Hindia. Kemudian disusul oleh banyak dokter, petualang, ilmuwan, pedagang, misionaris, penulis dan seniman yang kemudian menetap di Indonesia. Salah satu gubernur Batavia yang paling dikenal, Wilhelm Gustav van Imhoff (1705-1750), adalah orang Jerman. Ia yang membangun kota Bogor. Kebun Raya Bogor yang juga sangat dikenal dunia juga dirancang oleh seorang ilmuwan Jerman, Casper Georg Carl Reinwardt (1733-1854)…

Reinwardt Neu
Juga beberapa tokoh terkenal jerman, seperti Johann Wolfgang van Goethe dan Friedrich Schiller, mempunyai hubungan erat dengan Indonesia. Nama negara ini juga dipopulerkan oleh orang Jerman. Adolf Bastian dalam laporannya menyebut „Hindia“ yang disambung dengan kata bahasa Yunani „nesus“ yang berarti pulau.
Sejak tahun 1872 telah dibuka Konsulat Kerajaan Jerman di Hindia Belanda.
Juga hubungan dagang Jerman – Indonesia bisa ditelusuri sejak abad ke-19. Sebagai contoh tujuh tahun setelah Siemens didirikan di Jerman pada tahun 1854, Rumah Siemens sudah aktif di Surabaya. Selain itu Indonesia juga memainkan peranan yang tidak bisa diabaikan dalam sejarah kesusasteraan dan seni Jerman pada abad ke-19. Pelukis Indonesia Raden Saleh (1807-1880) mengabadikan perkembangan seni di Dresden, Jerman secara signifikan. Pengarang Jerman seperti Theodor Fontane (1819-1898) dan Herman Hesse (1877-1962) dalam karya-karyanya melibatkan Indonesia. Serta pelukis dan pemusik Jerman Walter Spies (1895-1942) menetap di Pulau Bali dan di sana membawa pengaruh yang baik bagi perkembangan seni dan musik di sana.
Setelah berakhirnya Perang Dunia II dan setelah Proklamasi Republik Indonesia, pada tahun 1949 banyak mahasiswa Indonesia melanjutkan studi di Jerman. Para lulusan jerman, dengan keahlian yang mereka dapat di Jerman sekembalianya ke Indonesia menyumbangkan keahliannya bagi pembangunan Indonesia yang baru berdiri.
Hubungan Indonesia JermanHubungan diplomatik yang resmi antara Republik Federal Jerman dan Republik Indonesia yang sudah merdeka, dibuka pada tahun 1952. Pada tahun yang sama dibuka Kedutaan Besar Republik Federal Jerman di Jakarta.
Sejak itu kerja sama antar kedua negara terus meningkat. Sekarang tidak kurang dari 250 perusahaan Jerman membuka cabang di Indonesia. Kerja sama di bidang pembangunan ekonomi dan bidang ilmu pengetahuan dan teknik memainkan peranan yang penting. Pada tahun 2007 pemerintah Jerman memusatkan perhatiannya pada tiga tema utama bagi program keerja sama pembangunan dengan Indonesia, yaitu: pengembangan sektor swasta, desentralisasi/pemerintahan yang baik dan perubahan iklim. Dengan bantuan yang keseluruhan mencapai sekitar tiga milyar Euro, Jerman bagi Indonesia merupakan mitra bilateral keempat terbesar dalam bidang kerja sama politik pembangunan.
Di bidang ilmu pengetahuan dan teknik terdapat terutama kerja sama teknis di bidang penelitian kelautan, geologi, lingkungan hidup, penelitian di bidang geo dan gen-teknologi serta di bidang penelitian energi. Sejak kemerdekaan Indonesia, sebanyak 20.000 tenaga ahli dari Indonesia dididik di Jerman. Pada tahun 2005 disepakati kerja sama bilateral yang diperluas untuk menangani pembangunan dan pengoperasian sistem peringatan dini tsunami.
Yang terakhir pada bulan Desember 2009 Presiden Republik Indonesia Susilo Bambang Yudhoyono melakukan kunjungan kenegaraan ke Jerman. Saat bertemu dengan Kanselir Jerman Angela Merkel disepakati untuk memperkuat kerja sama dalam bidang ekonomi, perdagangan dan investasi serta menghidupkan kembali „Forum Ekonomi Jerman – Indonesia“. Tema pembicaraan lainnya adalah memperkuat dialog antar agama dan kerja sama di bidang kebudayaan. Kanselir Jerman juga menyampaikan rencananya untuk melakukan kunjungan balasan pada tahun 2011, untuk lebih memperdalam kerja sama kedua negara. http://indojerman60.uny.ac.id/index.php/2012/01/05/sejarah-hubungan-indonesia-jerman/

Software



Software atau Perangkat lunak atau piranti lunak adalah program komputer yang berfungsi sebagai sarana interaksi antara pengguna dan perangkat keras. Perangkat lunak dapat juga dikatakan sebagai ‘penterjemah’ perintah-perintah yang dijalankan pengguna komputer untuk diteruskan ke atau diproses oleh perangkat keras. Perangkat lunak ini dibagi menjadi 3 tingkatan: tingkatan program aplikasi (application program misalnya Microsoft Office), tingkatan sistem operasi (operating system misalnya Microsoft Windows), dan tingkatan bahasa pemrograman (yang dibagi lagi atas bahasa pemrograman tingkat tinggi seperti Pascal dan bahasa pemrograman tingkat rendah yaitu bahasa rakitan).

Perangkat lunak adalah program komputer yang isi instruksinya dapat diubah dengan mudah. Perangkat lunak umumnya digunakan untuk mengontrol perangkat keras (yang sering disebut sebagai device driver), melakukan proses perhitungan, berinteraksi dengan perangkat lunak yang lebih mendasar lainnya (seperti sistem operasi, dan bahasa pemrograman), dan lain-lain. Software atau perangkat lunak ini dibedakan menjadi open source software dan freeware.Open source software atau Perangkat lunak sumber terbuka adalah jenis perangkat lunak yang kode sumber-nya terbuka untuk dipelajari, diubah, ditingkatkan dan disebarluaskan. Karena sifat ini, umumnya pengembangannya dilakukan oleh satu paguyuban terbuka yang bertujuan mengembangkan perangkat lunak bersangkutan. Anggota-anggota paguyuban itu seringkali sukarela tapi bisa juga pegawai suatu perusahaan yang dibayar untuk membantu pengembangan perangkat lunak itu. Produk perangkat lunak yang dihasilkan ini biasanya bersifat bebas dengan tetap menganut kaidah dan etika tertentu.Semua perangkat lunak bebas adalah perangkat lunak sumber terbuka, tapi sebaliknya perangkat lunak sumber terbuka belum tentu perangkat lunak bebas, tergantung kaidah yang dipakai dalam melisensikan perangkat lunak sumber terbuka tersebut.Freeware atau Perangkat lunak bebas adalah istilah yang diciptakan oleh Richard Stallman dan Free Software Foundation yang mengacu kepada perangkat lunak yang bebas untuk digunakan, dipelajari dan diubah serta dapat disalin dengan atau tanpa modifikasi, atau dengan beberapa keharusan untuk memastikan bahwa kebebasan yang sama tetap dapat dinikmati oleh pengguna-pengguna berikutnya. Bebas di sini juga berarti dalam menggunakan, mempelajari, mengubah, menyalin atau menjual sebuah perangkat lunak, seseorang tidak perlu meminta ijin dari siapa pun.Untuk menjadikan sebuah perangkat lunak sebagai perangkat lunak bebas, perangkat lunak tersebut harus memiliki sebuah lisensi, atau berada dalam domain publik dan menyediakan akses ke kode sumbernya bagi setiap orang. Gerakan perangkat lunak bebas (free software movement) yang merintis perangkat lunak bebas berawal pada tahun 1983, bertujuan untuk memberikan kebebasan ini dapat dinikmati oleh setiap pengguna komputer.Dengan konsep kebebasan ini, setiap orang bebas untuk menjual perangkat lunak bebas, menggunakannya secara komersial dan mengambil untung dari distribusi dan modifikasi kode sumbernya. Walaupun demikian setiap orang yang memiliki salinan dari sebuah perangkat lunak bebas dapat pula menyebarluaskan perangkat lunak bebas tersebut secara gratis. Model bisnis dari perangkat lunak bebas biasanya terletak pada nilai tambah seperti dukungan, pelatihan, kustomisasi, integrasi atau sertifikasi.Perangkat lunak bebas (free software) jangan disalahartikan dengan perangkat lunak gratis (freeware) yaitu perangkat lunak yang digunakan secara gratis. Perangkat lunak gratis dapat berupa perangkat lunak bebas atau perangkat lunak tak bebas. Sejak akhir tahun 1990-an, beberapa alternatif istilah untuk perangkat lunak bebas digulirkan seperti “perangkat lunak sumber terbuka” (open-source software), “software libre”, “FLOSS”, dan “FOSS”.

Selasa, 08 Januari 2013

Linguistik


1. Apakah Linguistik itu?

       Linguistik adalah sebuah cabang ilmu yang mempelajari bahasa. Tidak, kita bukan mempelajari bahasa asing seperti kita belajar bahasa Inggris di sekolah atau belajar bahasa Perancis di tempat les. Bukan seperti itu. Linguistik tidak mempelajari bagaimana menggunakan sebuah bahasa, tapi mempelajari MENGAPA sebuah bahasa digunakan dan unsur-unsur apa saja yang terkandung dalam sebuah bahasa.

2. Nggak ngerti. Nevermind. Intinya apa aja sih yang dipelajarin di linguistik?

Linguistik secara garis besar terbagi atas 2: Linguistik Murni dan Linguistik Terapan

Linguistik Murni terdiri atas:

a.Fonologi: Ilmu yang mempelajari tentang fonem (satuan bunyi terkecil dalam bahasa). Jadi kita              belajar bagaimana bunyi-bunyi diucapkan dalam bahasa-bahasa yang berbeda-beda dan dalam kondisi yang berbeda-beda. Seperti dalam bahasa Indonesia kita tidak terlalu membedakan antara bunyi /f/ dan /v/ karena keduanya terdengar sama bagi telinga kita. Tapi, bagi telinga Native Speaker bahasa Inggris, bunyi /f/ dan /v/ ini diucapkan berbeda (/v/ diucapkan dengan tekanan suara yang lebih keras. Dan perbedaan pengucapan bunyi /f/ dan /v/ dalam bahasa Inggris ini membedakan arti.

Contoh: Kata "Van" dan kata "Fan" memiliki makna yang berbeda karena mereka dibedakan oleh satu bunyi yang berbeda. (utk penjelasan lebih lanjut, boleh ditanya2 di thread ini lah)

b. Morfologi: Ilmu yang mempelajari morfem (struktur kata atau bagian kata terkecil yang membedakan arti). Kita juga akan belajar tentang perubahan-perubahan bentuk kata. Kita ngebahas sistem perubahan kata benda, kata sifat, kata keterangan, dsb. kita juga belajar jenis2 afiksasi (imbuhan), pembentukan kata baru, penggabungan kata, bisa juga dijelaskan secara historis mengapa sebuah kata terbentuk.

c. Sintaksis: Ilmu yang mempelajari struktur kalimat. Bagaimana sebuah kalimat menjadi kalimat aktif/pasif. Apa saja jabatan dari kata-kata yang menyusun kalimat tersebut (apakah subject, verb, adverbial, etc). Eh sejujurnya gue nggak terlalu jago sintaksis. kalo ad yg ngerti, tolong bantu jelasin ya. 

d. Semantik: Ilmu yang mempelajari makna dari kata, frase, kalimat, atau apapun dari tuturan yang kita ucapkan. Di sini kita belajar homonim, homofon, homograf, polisemi, Menerangkan-Diterangkan, silogisme dalam bahasa (kalo yg udah belajar matematika/filsafat mungkin ngerti. kayak macam logika yang ada di matematik itu). contoh pembahasan semantik: melalui beberapa teori linguistik, kita bisa membahas mengapapa sebuah buku diberi judul "Gurita Cikeas." Ada makna apa di balik kata "gurita" dan kata "Cikeas" yang membuat dia dijadikan judul sebuah buku.

e. Pragmatik: Ilmu yang mempelajari bagaimana unsur-unsur luar bahasa (konteks) sangat mempengaruhi tuturan-tuturan yang digunakan manusia. Sebagai contoh: sering kali orang-orang menggunakan tuturan tidak langsung dalam percakapan. Mengapa orang Inggris kalo sedang kesal, dia akan bilang, "Give me a break!" Padahal secara semantis, makna literalnya "berikan saya waktu untuk rehat." Tapi mengapa penutur asli Inggris sudah dapat memahami bahwa orang kalau sudah mengucapkan "Give me a break, artinya dia sudah kesal?" Itu dapat dibahas di pragmatik dengan dikaitkan dengan teori-teori yang ada.

Lebenslauf


Persönliche Daten
Name              : Indra Miland Idham
Anscrhrift       :  Komp.Gubernur Jl beringin b4 No 8
Geboren am    : 14  Juli in Makassar




Schulausbildung
2000 – 2005    :  SDN Inpres Kassi- Kassi
2005 – 2008    :  SMPN 8 Makassar
2008 – 2011    :  SMK Sandhy Putra 01 Telkom Makassar

Berufsausbildung
Jetzt  studiere ich an der Makassar Stattliche Universität ( UNM )

Fremdsprachen
Englisch, Deutsch,

Hobbys
 Singen,  Musik Hӧren

Kamis, 03 Januari 2013

tmpat wisata yang ada di jerman





berbicara tentang tempat-tempat menarik di negeri ini, tentu saja tak terhitung jumlahnya. Obyek wisata disini mencakup banyak hal, sesuai dengan keinginan dan kesenangan para pengunjung. Bagi yang doyan belanja, mungkin bisa ke kota-kota ini. Yang suka bertualang dan berwisata alam bisa menyimak yang satu ini. Kalau mau belajar sejarah di kota-kota tua, juga bisa memilih diantara banyak kota dan desa dari abad pertengahan. Ke pantai juga bisa, terutama di musim panas.
Namun bagi mereka yang ingin keliling Jerman dan belum punya bayangan mau kemana saja, mungkin secuil informasi ini ada manfaatnya. Tempat-tempat di bawah ini adalah tempat paling menarik, indah, paling banyak dikunjungi dan biasanya menjadi menu wajib turis asing di negeri ini. Setiap tempat punya keunikan tersendiri. Dan sebagian besar telah kami kunjungi.
1. Berlin
              Ibukota Jerman bersatu ini punya sejarah panjang dan menarik untuk disimak. Inilah kota dengan jumlah  terbanyak di negeri ini (sekitar 3 juta jiwa). Sisa-sisa tembok Berlin, Postdamer Platz, Branderburger Tor, Check Point Charlie, Reichstaggebaüde (Gedung DPR) adalah tempat yang hampir selalu penuh turis. Banyak monumen serta 170 museum bisa disambangi. Kota kecil didekatnya, Postdam punya istana megah bertaman indah. Pecinta belanja bisa memilih butik-butik di KaDeWe atau KuDamm.
2. Hamburg
          Selain kota pelabuhan terbesar di Jerman, pusat kota Hamburg juga terkenal akan passage-passage mirip mall-mall yang meski tak berukuran besar tapi punya toko-toko mewah di dalamnya. Banyak artis jerman tinggal di sini. Butik-butik terkenal pun menghiasi jalan utama kota. Jangan lupa memotret gedung balai kota megahnya.
3. Cologne
          Kota ini terkenal akan gereja tua raksasanya. Letak gereja (Dome) tersebut persis di sebelah stasiun utama. Sehingag gampang sekali dicapai. Bila kebetulan punya waktu  untuk mampir setengah jam saja, sudah bisa dimanfaatkan untuk memotret Dome. Sisa-sisa kota tua di kota berusia lebih dari 2000 tahun ini bisa dilihat di beberapa tempat. Berupa gerbang-gerabng batu kuno. Banyak museum menarik disini. Museum coklat, museum budaya, museum sisa dokumen nazi, dsb. Di musim panas, kota ini bisa sangat padat rasanya. Jika pas ada disini di sekitar pertengahan Februari, para turis bisa ikut menyaksikan suasana karnaval bersama jutaan pengunjung lainnya.
4. Dresden
         Dibanding Berlin, Hamburg, Cologne, dan Munich, Dresden memang jauh lebih kecil. Tapi tak kalah ini. bahkan kota ini mendapatkan julukan sebagai kota baroque terindah di negeri ini. Istana-istana megah, gedung-gedung tua terlihat sangat terawat. Enaknya lagi, di Dresden turisnya tak sepadat di kota-kota besar tersebut. Sangat nyaman berjalan-jalan di sini. Tak jauh dari Dresden, ada satu kota menarik lainnya yakni Leipzig.
5. Heidelberg
        Banyak orang menjuluki Heidelberg sebagai kota paling romantis di Jerman. Lokasinya tak jauh dari Frankfurt am Main. Yang paling terkenal dari sisa bangunan tua istana dan jembatan kuno di tas Sungai Neckar, kota tua, serta universitas tertua di negeri ini.


6. Munchen alias Munich
          Jika mendengar nama ibu kota negara bagian Bavaria atau Bayern ini, mungkin sebagian kita akan langsung teringat akan nama klub sepak bola paling terkenal disini, Bayern Munchen. Padahal, Munchen tak hanya terkenal karena klub sepakbolanya. Ada Oktoberfest, pasar rakyat paling besar, dikunjungi tak kurang 5 juta orang setiap tahunnnya. Diselenggarakan setiap akhir bulan September hingga pertengahan Oktober. Pecinta teknik bisa banyak belajar di Deutsche museum. Jika ingin berjalan menikmati kota tua dan gedung-gedung indah pun bisa dilakukan sambil memotret balai kota megah milik Munchen.
7. Istana Neuschwanstein
         Ingin melihat istana bak di negeri dongeng? Istana Neuschwanstein dekat kota Fussen di kaki pegunungan Alpen inilah tempat paling pas. Berdiri indah di atas sebuah bukit, dengan sebuh sungai dan danau di bawahnya, keindahan Neuschwanstein tak tergambarkan rasanya. Jutaan orang turut menikmati keindahannya setiap tahun. Istana maskot Disneyland Paris juga terinspirasi dari sini.
8. Bodensee
        Inilah danau terluas di Jerman. Orang juga mengenalnya sebagai Danau Constance. Selain ukurannya luasnya, selain Jerman, danau ini berbatasan langsung dengan negara Swiss dan Austria. Liechtenstein, salah satu negara terkecil di dunia pun tak jauh letaknya dari batas timur Bodensee. Banyao orang naik feri keliling danau. Atau mampir ke Pulau Bunga (Pulau Mainau) nan indah di Bodensee.
Keliling ke tempat-tempat menarik ini bisa dilakukan dengan mudah dengan kereta api. Seminggu saja rasanya sudah cukup. Jika anda turun di Frankfurt mungkin bisa mengambil rute Frankfurt - Cologne - Hamburg - Berlin - Dresden - Munchen - Neuschwanstein - Bodensee - Heidelberg - Frankfurt.

Produk Jerman









industri otomotif Jerman, memang terkenal. Produk-produk yang terlahir di negeri Bavaria ini banyak digemari masyarakat seantero dunia. Tak pelak, baik mobil maupun logo yang diusungnya, begitu familiar di mata dan telinga penggila otomotif. Dibalik keabadian logo tersebut ternyata tersimpan maksud dan sejarah. Logopun tak hanya sekedar simbol identitas visual suatu produk otomotif semata.  Tapi, logo punya fungsi penting memperkenalkan produk ke pasar dunia. Berikut 5 logo mobil buatan Jerman yang mendunia:
1. Mercedes Benz
Logo bintang segitiga Mercedes punya arti khusus — dominasi perusahaan yang meliputi darat, laut, dan udara. Sedangkan nama Mercedes berasal dari seorang pengusaha Austria dan pecinta otomotif, Emil Jellinek. Dia memiliki seorang anak bernama Mercedes. Jellinek tak hanya menjual mobil Daimler-Motored-Gesellschaft (DMG) namun berpartisipasi dalam balap motor pertama di Jerman. Saat itu dia mengendarai kendaraan yang dibuat DMG di balik nama samarannya, Mercedes.
Saat itu, Mercedes merujuk ke nama tim dan pengemudi. Namun, saat ini Mercedes adalah hasil merger dua perusahaan mobil, Daimler-Motored-Gesellschaft atau DMG, yang didirikan oleh Gottlieb Daimler dan Wilhelm Maybach, serta Benz & Cie, yang didirikan oleh Karl Benz.Logo saat ini, bintang dalam lingkaran, diperkenalkan untuk pertama kalinya di 1937.

2. BMW
Logo lain yang menarik perhatian adalah BMW. Berwujud lingkaran terbagi empat dengan dua warna, putih dan biru langit berselang-seling. Itu melambangkan baling-baling pesawat yang berputar di langit biru. Simbol itu relevan dengan sejarah BMW sebagai pemasok utama mesin pesawat terbang, misalnya ‘Red Baron’ untuk pemerintah Jerman selama Perang Dunia I. Pada 1918, ketika perang dunia berakhir, pemerintah Jerman menghentikan permintaan mesin pesawat pada BMW. Kondisi tak punya pilihan saat itu, justru membuat BMW berkreasi. Arah bisnis berubah. Perusahaan tersebut mulai dengan membuat rem kereta api, lalu sepeda bermotor, dan lalu mobil — yang mendunia.

3. Volkswagen
Sederhana tapi mengena, itu yang menggambarkan logo mobil Volkswagen. Logo VW adalah adalah satu logo mobil yang paling sederhana dan cepat dikenal di dunia. Logo berbentuk V di atas huruf W dengan latar belakang lingkaran warna biru. Volkswagen dalam Bahasa Jerman berarti ‘mobil rakyat’. Logo ini diperoleh dari hasil kompetisi yang dimenangkan Franz Reimspiess. Volkswagen punya latar belakang sejarah menarik — dimulai pada 1930-an, era Nazi Jerman. Adalah ide Hitler untuk memulai produksi mobil dengan harga terjangkau untuk masyarakat. Hitler dan Gercinand Porsche mengeluarkan ide mobil kumbang Volkswagen yang bisa membawa dua orang dewasa dan tiga anak kecil. Namun, pabrik pembuat mobil kumbang lebih banyak memproduksi kendaraan militer ketimbang mobil untuk rakyat — membuka kedok di balik maksud Hitler sebenarnya. Pasca kekalahan Jerman dalam perang, Inggris mengambil alih pabrik Volkswagen dan mencoba menjualnya. Awalnya, orang-orang menolak desain kumbang VW, yang dianggap inferior. Namun, VW berhasil membuktikan dirinya, Volkswagen Beetle menjadi salah satu mobil terlaris di dunia.
Insinyur Jerman, August Hoch mendirikan perusahaan A. Horc & Cie pada 1899. Satu dekade kemudian, dia terpaksa hengkang dari perusahaan yang didirikannya. Tak patah arang, bersama patner bisnisnya, Franz Fikentscher, dia mendirikan perusahaan baru. Ketika mendiskusikan nama perusahaan barunya, putra Fikentscer yang sedang belajar Bahasa Latin di sudut ruangan menanyakan arti ‘audiatur et altera pars’ [bukankah ide bagus untuk menyebutnya Audi bukannya Horch?] Kata ‘Horc’ adalah singkatan dari kata ‘mendengar’ dalam Bahasa Jerman. Sementara Audi adalah kata latin yang juga berarti ‘mendengar’. Kemudian, pada 1932, empat perusahaan yakni, Audi, Hoch, DKW, dan Wanderer merger menjadi satu perusahaan, Auto Union. Kemudian dipilihlah logo berupa empat cincin yang bertautan, simbol penyatuan empat perusahaan yang jadi kebanggaan sekaligus rahmat bagi mereka hingga saat ini.

5. Porsche
Porsche adalah sebuah produsen mobil jerman didirikan pada 1931 oleh Ferdinand Porsche, teknisi yang menciptakan Volkswagen untuk  pertama kalinya. Perusahaan ini terletak di Zuffenhausen, sebuah kota di distrik Stuttgart. Logo Porsche hampir identik dengan lambang Stuttgart. Stuttgart, dibangun di lokasi pertanian (kuda) pejantan. Karenanya pada lambang Porsche-pun terdapat gambar kuda pejantan yang menjadi ciri khas Stuttgart. Sedangkan tanduk dan garis-garis  merah dan hitam adalah bagian dari warna Kerajaan Wruttemberg.(**)







Minggu, 30 Desember 2012

makanan khas jerman






Wurst atau sosis khas Jerman, merupakan jenis makanan favorit warga Jerman yang telah ada sejak zaman kuno. Setiap daerah membuat jenis Wurst khas dengan menggunakan metode turun-temurun. Jenis sosis yang banyak dimakan antara lain Bratwurstkhas Nürnberg, Wurst yang terbuat dari daging babi berbumbu,Rotwurst dari Thüringen, Weisswurst dari München, serta ham khas Bayern.
Orang Jerman biasanya memakan Wurst dengan roti dan olesan moster. Walaupun sosis asal Frankfurt disebut pula dengan nama Frankfurter, namun di Amerika Serikat dan Jerman dinamakan Wienerwurst (Sosis Wina) dan di Austria sendiri dinamakan Frankfurter. Jenis-jenis yang populer antara lain:
1. Bratwurst
          Dibuat dari daging babi cincang yang dibumbui
2. Weisswurst (sosis putih)
          Dibuat dari campuran daging sapi muda, otak dan limpa
3. Bauernwurst (sosis petani)
          Dibuat dari daging sapi atau babi dengan bumbu dan rempah-rempah
4. Knackwurst
          Campuran daging sapi, babi yang dicacah dan bawang putih
5. Leberwurst (sosis hati)
          Dibuat dari hati yang dibumbui
6. Rinderwurst (sosis daging sapi)
          Dibuat dari daging sapi


Cerita Bahasa Jerman







 Backyard Barbecue

      Eine Fitnesscenterfreundin meiner Frau lud uns zu einer Party in ihr Haus ein. Ich muß einige Details der Leute vorausschicken, die anwesend waren, bevor ich beschreibe, was geschah.
      Meine Frau Paula und ich sind Mitte dreißig und seit fast 12 Jahren Verheiratet. Schon vor unserer Heirat hatte Paula einen ungeheuren Körper. Sie war sehr athletisch mit ihren 1,65m und ungefähr 59 kg. Schon in der Frühphase unserer Beziehung tollten wir umher, indem wir miteinander spielerisch rangen, wie es viele Paare tun. Als wir es das allererste Mal taten, wickelte sie ihre Beine um meine Hüfte und quetschte mich schnell in die Unterwerfung. Als ich aufgab, entspannte sie ihren Griff etwas, ließ mich aber nicht gehen. Sie wollte, daß ich versuchen würde loszukommen, und als ich es versuchte, quetschte sie mich erneut hart, so daß ich ein zweites Mal aufgeben mußte. Ich war überrascht, welch ungeheure Kraft sie in den Beinen hatte. Von da an versuchte ich bei unserem Herumspielen ihre Beine zu umgehen. Ich war zwar nicht immer erfolgreich, doch wenn, dann gelang es mir, sie niederzudrücken und festzuhalten. Ich sollte erwähnen, daß ich zu demZeitpunkt  damals 1,80m groß und 73 kg schwer war bei guter Form. Heute bin ich 86 kg schwer und eher weicher geworden. Paula wiegt heute 71 kg und ist hart wie ein Fels. Viermal die Woche ist sie im Center. Dazu kommen 500 Crunches und 100 Liegestütze jeden Morgen. Es ist sechs oder sieben Jahre her, als sie einen wahren Kräfteschub erlangte, der ihr erlaubte, mich von nun an nach Belieben niederzuringen. Ich habe wieder angefangen, ins Fitnesscenter zu gehen, jedoch sehr unregelmäßig. Seit einiger Zeit schafft Paula an einigen Maschinen leicht das Doppelte an Gewichten im Vergleich zu mir. Ich liebe es, mit einer Frau wie meiner Paula verheiratet zu sein. Manchmal zieht sie mich etwas auf, agiert aber nie dominierend und ist stattdessen glücklich, diejenige zu sein, die bei uns alle schweren Dosen und Gläser aufmacht.
      Die Frau, die uns einlud, heißt Karen. Paula erzählte mir, daß Karen, so klein sie mit ihren 1,57 m und 59 kg auch ist, zu den stärksten Leuten
im Studio gehöre, ja sogar stärker als Paula selbst sei, was ich mir nur
sehr schwer vorstellen konnte. 136 kg beim Bankdrücken bei ganz korrekter Ausführung soll sie schaffen, wobei Paula es auf 123 kg bringt. Karen ist geschieden und hatte gerade Jack kennengelernt, einen schlanken Typ mit ungefähr 68 kg bei einer Größe von 1,70 m.
      Das andere Paar, das die Runde vervollkommnete, waren Helen und George
Springer. Helen ist eine große Frau mit 1,75 m und wiegt 86 kg. Seit fast zwei Jahren trainierte sie ebenfalls im Fitnesscenter. George ist groß und schwer. Seine Werte belaufen sich auf 1,88 m und 114 kg. Helen scheint nett, wenn auch ein bißchen nervös zu sein. George hingegen ist in meinen Augen als ein riesiger Arsch einzustufen.
      Nun sind alle Formdaten der beteiligten Akteure bekannt. Bekleidet waren wir in dieser warmen Sommernacht mit Shorts, T-Shirts oder Muskelhemden
und Latschen an den Füßen.
      Wir saßen zusammen in Karens gemütlichem mit Lichtern geschmückten
Hinterhof. Die Bar war prall gefüllt und ließ keine Wünsche offen. Überall gab es Snacks und Knabberzeug im Überfluß. Karen war eine tolle Gastgeberin und las ihren Gästen jeden Wunsch von den Lippen ab.
      Wie man es bei drei Frauen, die im selben Fitnesscenter trainieren, nicht anders erwarten kann, drehte sich das Gespräch recht bald um Themen aus der Fitnessszene. Von neuen Maschinen, Hanteln, einem neuen Spiegel und von Fitnessmode erzählten die Frauen ebenso, wie von ihren Trainingsplänen, Erfolgen und Vorlieben. George machte von Anfang an klar, daß nach seiner Meinung Frauen in einem Fitnessstudio grundsätzlich nur herumspielten und nicht ernsthaft trainierten. Außerdem könnten Frauen keine richtigen Muskeln aufbauen, es sei denn, sie schluckten riesige Mengen des männlichen Sexualhormons Testosteron bzw. Anabolika. Als Beispiel nannte er seine eigene Frau Helen, die, obwohl sie seit zwei Jahren trainiere, immer noch so schwach wie ein Kätzchen sei. Karen widersprach George und fragte ihn, was er von ihrer eigenen sowie Paulas doch für jeden sichtbaren muskulösen Figur hielt.
Daraufhin antwortete George spöttisch, sie beide seien Beispiele von weiblichen Muskeln, die im Vergleich zu männlichen Muskeln schwach seien. Nach Meinung von George dürfe man Größe und Umfang weiblicher Muskulatur nicht mit wirklicher Kraft verwechseln.
      Helen saß ruhig da und gab keinen Kommentar ab. Meine Frau Paula und
Karen versuchten zu zweit, George von seiner Meinung abzubringen. Jack für seinen Teil stellte sich eher auf die Seite von George, obwohl er deutlich stolz auf den athletischen Körperbau seiner Freundin Karen zu sein schien. Ich hielt mich in dieser Diskussion lieber zurück, da ich das Gefühl hatte, alle möglichen Argumente pro und contra Georges These von der schwächeren weiblichen Muskelbeschaffenheit wären bereits genannt worden. Warum unnötig Oel ins Feuer gießen? Außerdem war mir eindeutig klar, wie den Frauen sicherlich auch, daß von den beiden angeblichen Experten in Sachen "Geschlechter und Kraft" keiner eine erwähnenswerte Anzahl von Stunden im Studio verbracht haben konnte. Ich habe Zweifel daran, ob George überhaupt jemals ein Studio von innen gesehen hatte.
      Schließlich war es Karen, die die Sache auf den Punkt brachte. Sie
forderte die Männer auf, den praktischen Beweis ihrer Theorien anzutreten und an einem kleinen Turnier im Armdrücken teilzunehmen. Es erfolgte eine rege Diskussion über diesen Vorschlag, wobei George und Jack bereits etwas leiser wurden, bemerkten sie doch die organisatorischen Fähigkeiten von Karen und Paula, die im Handumdrehen ein solches Kräftemessen aus dem Boden stampften. Alle Partygäste würden jetzt gegeneinander im Armdrücken antreten. Karen wischte alle aufkommenden Bedenken Entschuldigungen und Rechtfertigungen beiseite, als da wären: Bandscheibenbeschwerden (Jack) oder Probleme mit den
Regeln sowie der fehlende professionelle Drückertisch (George). Karen stand einfach auf, besorgte ein Blatt Papier und einen Stift, um die Paarungen festzulegen. Sie und Paula räumten einen stabilen Campingtisch ab und stellten ihn, mit Handtüchern versehen, um die Ellenbogen der Akteure zu schonen, in die Mitte der Grillgäste.
      Die erste Paarung lautete Jack gegen George. Die beiden Maenner saßen
sich nervös gegenüber. Dann umschlossen sie die Hände. George fühlte sich plötzlich unwohl, löste den Griff, stand auf, schüttelte die Schulter aus, um sich dann wieder hinzusetzen. Sie schlossen erneut die Hände und begannen, Druck anzuwenden. Nichts geschah. Wir alle erwarteten einen schnellen Sieg Georges, aber es trat nicht so ein. Beide Männer strengten sich ernsthaft an und wurden schon rot im Gesicht, als zur Überraschung aller Georges Arm allmählich herunterzugehen begann. Langsam zuerst, doch dann krachte er auf die Tischplatte. Jack sprang jubelnd auf und feierte seinen Sieg überschwenglich, während George den Kopf etwas hängen ließ und seine Hand massierte.
      Nächstes Duell: Karen gegen mich. Ich wußte von Paula, wie stark Karen
war und so hatte ich keine Illusionen, im Armdrücken gegen sie bestehen zu können, doch ich beschloss, alles zu geben. Immerhin rechnete ich mir aus, zehn oder fünfzehn Sekunden lang das Match offenhalten zu können. Ich lag falsch. Karens 38 cm Arm schmetterte mich innerhalb von zwei Sekunden auf die Tischplatte. Mein Gott hatte sie Kraft im Arm. Sie überwältigte mich vollkommen, und ich hatte nicht die Spur einer Chance gehabt. Karen war keinesfalls überrascht über den schnellen Ausgang unseres Duells, noch war es meine Frau Paula. George nutzte die Gelegenheit zu sagen, dass er an meiner Stelle nicht schon von vorneherein aufgegeben hätte. Ich blickte zu Paula, die genervt ihre Augen verdrehte, ignorierte sein Geschwätz und gratulierte Karen zu ihrem Sieg, indem ich ihre stahlharte Schulter klopfte.
      Es folgten Paula und Helen, das erste rein weibliche Duell. Paula gewann schnell und mühelos wie erwartet. Ihre Oberarme sind mit über 40 cm
Umfang so hart, dass ich trotz aller Kraftanstrengung ihren Bizeps nicht
eindrücken kann. Wirklich kaum zu glauben.
      Nächstes Duell: Karen gegen George. Karen gewann im Eiltempo. Wie nicht anders zu erwarten, beschwerte sich George, dass er nicht bereit gewesen wäre. Karen blieb sehr gelassen und gab ihm eine weitere Chance. Dieses Mal verzichtete sie auf den ersten Angriffsimpuls und hielt stattdessen ihren muskulösen Arm fest und unbewegt. George drückte mit aller Kraft, legte sich mit seinem ganzen Gewicht ins Zeug, verfärbte sich zwischen rot und fast blau, als Karen sanft lächelte und ihn fragte, ob er jetzt bereit sei. George grunzte, stöhnte und schwitzte, gab aber keine Antwort. Karen sagte, dass sie das als ein Ja verstünde und schmetterte Georges Hand schnell und hart auf den Tisch. Doch nicht nur das. Sie hielt seine Hand dort lange fest und schaute ihn ruhig an. Für George war das ein demütigender Augenblick. Als sie ihn wieder losließ, stand George auf und grummelte völlig außer Atem, der Tisch sei uneben gewesen. Keiner sagte ein Wort. Ich klopfte Karen anerkennend die Schulter.
      Die nächsten waren Paula und Jack. Paulas Muskelpakete brachten ihr
einen schnellen Sieg ein. Zu Jacks Ehren muss man sagen, dass er es fair hinnahm. Es war ganz offensichtlich, dass meine Frau Paula und Karen das
Feld anführten.
      Nächste Paarung: Helen gegen mich. Das Match begann und ich legte von Anfang an alles hinein. Helen tat es aber genauso und so blieben unsere
Arme in der Ausgangsposition. Ihr Arm war um die 43cm , aber von der weicheren Art. Außerdem war er deutlich länger, als meiner. Nach fast einer Minute bekam ich die Oberhand, doch Helen kämpfte und drückte meinen Arm in die Mittelposition zurück. Jetzt begann sie sogar, mich niederzuringen. Karen, Paula und Jack feuerten sie an, George blieb still. Ich konnte eine Niederlage noch vermeiden, hielt die Position unserer Arme bei ca. 45 Grad zugunsten Helens. Ich strengte mich an, der Schweiß rann überall an mir herunter, auch Helen hatte Schweissperlen auf ihrer Haut, doch ich konnte Helen einfach nicht in die Mittelposition zurückdrängen.. So ging es weiter und weiter. Kein Sieger und kein Verlierer. Es war eine Wahnsinnsschlacht. Ich wußte, dass ich nicht mehr lange aushalten konnte und Helen würde die Siegerin sein. Irgendwie gelang es mir, a lle meine Energie zu bündeln und Helens Arm dann doch in die Mitte zurückzudrücken. Plötzlich ging es sogar noch weiter und ich bekam einen leichten Vorteil, dann etwas mehr und schließlich hatte ich knapp 45 Grad Vorsprung. Schwächelte Helen nun? Sie kämpfte und hielt diese Position für eine Minute. Dann gab sie nach und ging nach unten. Die Gruppe johlte vor Begeisterung, natürlich mit Ausnahme von George. Helen und ich waren völlig entkräftet und umarmten uns in gegenseitiger Bewunderung. Irgendetwas ging in uns vor und war mit uns geschehen, nicht in sexueller Hinsicht, sondern irgendwie hatte sich ein Bund zwischen uns entwickelt, den nur wir beide durch diesen Kampf erleben konnten. Es kam dabei nicht darauf an, wer der Gewinner war.
      Die nächsten beiden Paarungen sind schnell berichtet. Es tat jeweils zwei kurze Schläge und George wurde von Paula und Jack von seiner Freundin Karen fertiggemacht.
      Als nächste Paarungen standen George gegen mich und Helen gegen Karen auf dem Programm. Wir entschlossen uns zuerst jedoch für eine kurze
Pause. Während der Pause kam Helen zu mir und wir sprachen noch etwas über unsere Show, die wir den anderen geboten hatten. Ich ermutigte Helen, es mit ihrem Mann George aufzunehmen. Aber zuerst mußte sie gegen Jack antreten. Ihr Match dauerte weniger lang, als erwartet. Helen drückte seinen Arm in wenigen Sekunden nieder und erreichte somit ihren ersten Sieg. Sie jubelte laut und spannte vor Begeisterung ihre Muskelnan. Jack fühlte ungläubig ihren Bizeps, der zwar nicht so austrainiert war wie Paulas oder Karens, aber härter, als sein eigener. George war regelrecht schockiert. So hatte er seine Frau noch nie erlebt. Sein Selbstbewußtsein schwand dahin, als er gegen mich antrat. Ich gewann relativ mühelos. Dieser Schwätzer hatte wirklich nicht viel Kraft. Helen war viel stärker. Sie wiederum hatte es nun mit Karen zu tun. Das war aussichtslos. Karen gewann schnell und mühelos. Dieses Kraftpaket! Nächste Paarung: Ich gegen meine Frau. Zehn Sekunden hielt Paula ihren Arm oben, dann begann sie den Druck zu erhöhen und zwang mich freundlich aber bestimmt nieder. Dann war es endlich soweit Helen gegen George. Helen spielte mit ihrem Mann, ließ ihn kämpfen und stöhnen, er gab alles, wollte nicht verlieren, hoffte auf seinen einzigen Sieg, nach einiger Zeit nur noch auf ein Unentschieden, Helens Arm immer noch in der Anfangsposition, dann erhöhte Helen den Druck und drückte Georges Arm ganz langsam in einer kontinuierlichen Bewegung nach unten. Keine Frage, wer stärker war. George lernte zum ersten Mal, wie stark seine Frau Helen wirklich war. Nun blieben noch zwei Matches offen. Natürlich wartete alles gespannt auf das Finale um den Sieg zwischen den stärksten Armdrückern am Tisch Paula und Karen. Doch vorher war ich noch einmal an der Reihe und zwar gegen Jack. Ich war in der Favoritenrolle, da ich nach langem Kampf gegen Helen gewonnen hatte und sie wiederum Jack klar
besiegt hatte. Trotzdem bekam ich noch einige Tips von Paula und Helen, die mich vor Jacks frühem Angriff warnten. Wurde man beim Armdrücken einmal überrascht, konnte man durchaus auch gegen einen vermeintlich Schwächeren verlieren. Jack und ich schauten uns an und setzten uns einander gegenüber. Es war so wie es alle erwarteten. Jack legte explosionsartig los und brachte meinen Arm 20 Grad nach der Seite, bevor ich ihn stoppen konnte. Dann dauerte der Kampf nur noch ein paar Sekunden, bevor ich seinen Arm niederschmettern konnte. Jubel und Applaus für mich hallte durch den Hinterhof. Paula gab mir einen dicken Kuß. Mit drei Siegen und zwei Niederlagen war ich mit meiner Leistung im Turnier recht zufrieden. Ich hatte nicht erwartet, Paula oder Karen schlagen zu können. Sie sind einfach zu verdammt stark. Aber jetzt: Jetzt sollte der große Showdown beginnen. Das große Finale zwischen Karen und Paula bahnte sich an. Wer würde der Champion sein? Natürlich gab es kein Preisgeld, war es nur ein Spaß unter Freunden und Bekannten, aber dennoch stieg die Spannung merklich an. Selbst bei George, der alle Kämpfe verloren hatte, gegen drei Frauen eingebrochen war, stellte sich freudige Erwartung ein, wer es denn nun machen würde. Wahrscheinlich auch deshalb, weil er von uns als letzter in der Tabelle nicht gnadenlos verarscht wurde. Ich sage nicht, daß er nicht verarscht wurde, aber wenigstens nicht ohne Respekt. Also kümmern wir uns nicht länger um diesen Deppen, sondern schauen, was Paula und Karen machten. Beide setzten sich gegenüber, ergriffen ihre Hände und ließen unglaubliche Muskeln hervortreten. Helen schrie vor Begeisterung laut: "Wow, seht euch diese Muskelpakete an!" und befühlte mit ihrer Hand in ehrlicher Bewunderung Paulas und Karens Oberarme. Ich konnte auch nicht widerstehen und mußte die Bizeps dieser beiden Muskelfrauen überprüfen.  Paulas harten 40er Arm kannte und verehrte ich ja schon seit langem. Karens Oberarme maßen "nur" 38 cm, waren aber noch härter ausgebildet, als Paulas. Ihr Bizeps war eine volle Rundung mit ausgeprägtem Peak, wie es wohl in der Fachsprache heisst. Die Finger meiner Hand drückten einen knallharten kraftstrotzenden Muskel, wie ich ihn vorher noch nie in meinem Leben gefühlt hatte. "Phantastisch" fuhr es aus mir heraus. "Gefallen euch plötzlich unsere Muskeln?" fragte Karen ironisch und schließlich befühlten auch Jack und George diese stahlharten Frauenarme. Jack und George schämten sich etwas ob ihres plötzlichen Interesses an diesen weiblichen Muskeln. Jack quetschte ein "Wahnsinn" aus sich heraus, George konnte nur noch seinen hochroten Kopf schütteln. Die beiden Athletinnen begannen unterdessen ihren Kampf. Für 20 oder 30 Sekunden blieben ihre Arme in der Ausgangshaltung. Die Muskeln dieser beiden Frauen schienen zu explodieren. Ich hatte die Arme meiner Frau nie größer gesehen, als in diesem Moment. Unbändige Kräfte wirkten aufeinander ein. Die Arme vibrierten, als die unglaubliche Kraft der einen Frau gegen den unvorstellbaren felsenartigen Widerstand der anderen kämpfte. Dann, für mich nicht zu fassen, begann der Arm meiner Frau nach unten zu gehen. Bei 45 Grad versuchte Paula alles, kämpfte mit allem was sie hatte, konnte das Match in dieser Position halten, doch nicht mehr herumreißen. Paulas Arm gab nach und wurde auf den Tisch gedrückt. Karen war stärker. Zuerst war Ruhe im Hof. Dann brach Applaus und Jubel los. Sogar George klatschte Beifall. Ich konnte nicht glauben, daß meine Frau verloren hatte. Immerhin bin daran gewöhnt zu glauben, daß Paula stärker ist, als irgendwer sonst auf dieser Welt, hatte ich doch oft genug Duellen beigewohnt, in denen sie ziemliche männliche
Muskeltypen zur Strecke gebracht hatte. Für mich war es daher fast traumatisch, ihre Niederlage gegen eine kleine Frau von 1,57m zu erleben. Sie selbst hatte damit überhaupt keine Probleme. Paula und Karen umarmten sich gegenseitig und plötzlich umarmten sich alle im Hof. Paula meinte, ich sollte nicht traurig sein über ihre Niederlage, da sie gegen einen sehr starken Ochsen in Gestalt einer hübschen jungen Frau verloren hatte. Hier noch einmal der Endstand unseres Turniers im Armdrücken:
1. Karen          5 Siege
2. Paula          4 Siege 1 Niederlage
3. Ich             3 Siege 2 Niederlagen
4. Helen          2 Siege 3 Niederlagen
5. Jack             1 Sieg   4 Niederlagen
6. George         0 Siege 5 Niederlagen

puisi berbahasa jerman


Im Nebel

Seltsam, im Nebel zu wandern!
Einsam ist jeder Busch und Stein,
Kein Baum sieht den anderen,
Jeder ist allein.

Voll von Freunden war mir die Welt,
Als noch mein Leben Licht war,
Nun, da der Nebel fällt,
Ist keiner mehr sichtbar.

Wahrlich, keiner ist weise,
Der nicht das Dunkle kennt,
Das unentrinnbar und leise
Von allen ihn trennt.

Seltsam, im Nebel zu wandern!
Leben ist einsam sein.
Kein Mensch kennt den anderen,
Jeder ist allein. 

Sistem Pemerintahan Jerman






Negara Jerman adalah sebuah negera federasi di Eropa barat.  Awalnya pemerintahan  negara ini berbentuk kekaisaran. Seusai perang Perancis-Prusia (1870-1871) sistem pemerintahan negara ini berubah menjadi sistem parlementer dengan kanselir pemegang pemerintahan. Kanselir pertama adalah Otto Von Bismarck. Pemerintahan yang sehari-harinya dipegang oleh Kanselir memegang peranan seperti perdana menteri. Posisi kanselir diraih secara otomatis oleh kandidat utama partai pemenang pemilihan umum federal.
Jerman juga pernah menganut sistem pemerintahan demokrasi tapi tidak berlangsung lama, itu terjadi tahun 1933. Setelah itu pemerintahan dipegang oleh NAZI, sebuah rezim otoriter yang dipimpin Adolf Hitler dan membawa kehancuran dalam perang dunia II. Hal ini membuat Jerman terbagi menjadi dua yaitu Jerman Barat (Republik federal Jerman) dan Jerman Timur (Republik Demokratik Jerman). Tapi Kekalahan dalam Perang Dunia II telah membuat Jerman kehilangan wilayah timur. Lalu pemerintahan berpindah ke Jerman Barat.
Setelah negara Jerman terpisah lalu pada tahun 1990 terjadi penyatuan kembali dengan diruntuhkannya tembok Berlin. Sistem pemerintahan berubah menjadi sistem pemerintahan demokrasi yang berbasis ideologi berlandaskan prioritas hak-hak asasi manusia.
Dalam pemerintahan Jerman, Parlemen dikenal sebagai Bundestag, yang anggota-anggotanya dipilih. Partai yang memerintah adalah partai dengan koalisi dominan di dalam parlemen ini. Selain Bundestag terdapat pula Bundesrat, yang anggota-anggotanya adalah perwakilan pemerintahan negara-negara bagian. Bundesrat sering disamakan dengan senat, meskipun pada kenyataannya memiliki wewenang yang berbeda. Walau secara konstitusional Jerman dipimpin oleh kanselir namun negara karena Jerman juga menganut sistem parlementer sehingga pimpinan negara dipegang oleh presiden yang dipilih setiap 5 tahun sekali.
Jerman juga memiliki makhamah konstitusi liberal, dimana setiap warga mempunyai hak  mengajukan keberatan berdasarkan konstitusi jika ia merasa hak asasinya dilanggar oleh pemerintah.
Saat ini yang menjadi masalah dalam pemerintahan Jerman adalah mengenai penutupan pembangkit nuklir yang kerap menjadi sumber demonstrasi warga Jerman.